Jl. Pariwisata No. 9, Meninting, Batu Layar, Lombok Barat+62 819-3313-1246[email protected]
Beranda/Properti/Senggigi

Properti Dijual di Senggigi

Menampilkan 1–18 dari 80 properti · harga tengah Rp 150 juta per are · halaman 1 dari 5

Sebelum menawar di Senggigi

Kawasan wisata tertua di Lombok yang sedang dibangun ulang

Senggigi alamat pariwisata pertama di pulau ini, dan lama jadi satu-satunya. Lalu kunjungan menyusut. Hotel tutup, proyek berhenti, dan jalur pantai itu bertahun-tahun terlihat seperti tempat yang masa jayanya sudah lewat. Justru itu sebabnya harga di sini masih tertinggal dibanding pesisir lain yang sebenarnya tidak lebih bagus.

Pemulihannya bukan kabar burung. Agustus 2026 Pemkab Lombok Barat menyampaikan dukungan pemerintah pusat untuk revitalisasi Pasar Senggigi, pembangunan dermaga, dan penataan sejumlah titik kawasan wisata. Festival Senggigi tahun itu berjalan dua bulan penuh dan dilanjutkan dengan konsep serta nama baru.

Sepuluh kilometer dari ibu kota provinsi

Dinas pariwisata Lombok Barat mencatat Senggigi sekitar 10 km utara Kota Mataram, sekitar sepuluh sampai lima belas menit lewat jalan pantai. Ini keunggulan yang sering diremehkan: kamu dapat laut tanpa meninggalkan rumah sakit, sekolah, pasar induk, dan perkantoran. Sedikit sekali kota pantai di Indonesia yang sedekat itu ke kota kerja. Bandara tetap jauh, sekitar satu jam ke arah Praya.

Satu nama, lima kantong yang wataknya berbeda

Batu Layar di ujung selatan, paling dekat Mataram, melingkupi Pura Batu Bolong dan makam di atas bukit. Paling "sehari-hari": warung, lalu lintas lokal, penduduk yang tinggal sepanjang tahun.

Senggigi inti pusat keramaiannya — pasar seni, pantai utama, sebagian besar hotel dan restoran. Kerandangan persis di belakangnya, lembah hijau dengan air terjun dan kawasan konservasi; lebih tenang, dan akhir pekan lebih ramai keluarga Mataram daripada turis asing.

Terus ke utara jalannya menanjak. Malimbu titik pandang yang selalu difoto orang, dengan teluk melengkung di bawah dan Gili di kejauhan. Montong lanjutannya. Di ketinggian kamu menukar kemudahan jalan kaki dengan pemandangan.

Lebih kuat untuk usaha daripada untuk rumah yang benar-benar sepi

Permintaan di sini pendek-pendek: penyelam, penumpang kapal pesiar yang turun sehari, keluarga Mataram di akhir pekan, pensiunan yang tinggal berbulan-bulan. Itu ekonomi penginapan dan kuliner. Ada musim sepinya, jadi hitung dari awal.

Untuk hunian, tergantung letaknya. Jalan utama ramai bus wisata dan berisik saat musim ramai. Naik sedikit ke Kerandangan atau bukit di atas Malimbu, suara itu hilang, dan jarak ke Mataram tetap lima belas menit. Banyak yang kerja di kota sudah mengambil pilihan itu.

Yang perlu diperiksa khusus di pesisir ini

Kalau tanahnya menempel laut, aturan sempadan pantai berlaku dan itu tidak bisa dinegosiasikan di notaris — pastikan batasnya sebelum jatuh hati pada pemandangan. Bangunan lama banyak di sini: untung karena bisa langsung dipakai, repot kalau berkasnya tertinggal. Cek IMB/PBG-nya sesuai bangunan yang berdiri, dan pastikan izin usaha penginapan bisa dialihkan — banyak yang melekat pada pemilik lama. Untuk bidang di bukit, tanyakan sumber air dan kondisi jalan masuk saat musim hujan.