Harga Tanah per Are di Lombok 2026 (Angka Nyata dari Listing Kami)
Ira — Agen Properti Berlisensi (802406) · 28 September 2026
Pertanyaan pertama yang masuk ke WhatsApp kami hampir selalu sama: "Tanah di Lombok berapa per are, Pak?" Jawaban jujurnya satu kata — tergantung. Tapi bukan "tergantung" yang mengambang. Kami punya angkanya, dari tanah yang benar-benar kami pasarkan hari ini, bukan tebakan pasar.
Satu are itu 100 meter persegi. Jadi bidang 500 m² sama dengan 5 are. Angka di bawah adalah median harga tawar per are dari ratusan listing tanah aktif kami, dikelompokkan per kawasan. Kami pakai median, bukan rata-rata. Alasannya sederhana: satu petak beachfront yang harganya meledak bisa menyeret rata-rata jadi menyesatkan, sementara median menunjukkan angka yang benar-benar khas di kawasan itu.
Harga tanah per are di Lombok, 2026
- Lombok Utara — sekitar Rp30 juta/are
- Sekotong — Rp37 juta/are
- Lombok Tengah (arah pedalaman) — Rp70 juta/are
- Lombok Barat — Rp85 juta/are
- Kuta Mandalika — Rp125 juta/are
- Senggigi — Rp150 juta/are
- Kota Mataram — Rp300 juta/are
- Bali — Rp438 juta/are
Lihat jaraknya. Sekotong dan Mataram sama-sama di Pulau Lombok, cuma terpaut satu setengah jam berkendara, tapi harga per are-nya beda hampir sepuluh kali lipat. Itu bukan salah ketik. Itu peta ekonomi Lombok dalam satu kolom angka.
Kenapa selisihnya sejauh itu
Harga per are di sini digerakkan oleh beberapa hal yang, sayangnya, sering baru ditanyakan pembeli setelah jatuh cinta pada fotonya:
- Status sertifikat. SHM tuntas beda kelas dengan tanah yang masih girik atau AJB. Yang belum SHM lebih murah — dan lebih repot.
- Lebar jalan di depan. Tanah bagus di gang selebar motor akan selalu kalah harga dari tanah biasa di tepi jalan mobil.
- Jarak ke pantai dan garis pandang. Di Sekotong dan Kuta, "ocean view" bukan bumbu iklan; ia menambah nol di belakang angka.
- Zonasi. Tanah yang boleh dibangun komersial tak sebanding dengan sawah yang izinnya masih tanda tanya.
Dua bidang bersebelahan pun bisa berbeda harga jauh karena empat hal di atas. Kami melihatnya tiap minggu.
Baca cepat per kawasan
Sekotong paling murah, dan itu peluang buat yang sabar. Aksesnya masih panjang, tapi garis pantainya belum tersentuh. Beli sekarang, tunggu jalannya membaik.
Kuta Mandalika naik paling kencang sejak sirkuit jadi. Median Rp125 juta itu angka tengah — yang dekat Mawun atau Selong Belanak sudah jauh di atasnya. Kalau menunggu "harga Kuta lima tahun lalu", itu sudah lewat.
Senggigi pasar yang matang. Pembelinya campuran: pensiunan asing, pemilik vila, orang Mataram yang cari akhir pekan. Harga stabil, bukan spekulatif.
Mataram beda cerita sama sekali. Ini pasar kota, pasar lokal, pasar rumah tinggal — bukan pasar investasi turis. Rp300 juta/are terdengar mahal sampai Anda ingat ini pusat kota, bukan tebing pantai.
Bali kami masukkan sebagai pembanding. Rp438 juta/are, dan itu pun median. Selisih dengan Lombok itulah, buat banyak pembeli, seluruh alasan menyeberang ke timur.
"Harga tawar" bukan "harga jadi"
Perlu jujur soal ini. Angka di atas adalah harga yang tertulis di iklan — harga tawar pemilik. Harga transaksi biasanya lebih rendah, kira-kira 5–15%, tergantung seberapa lama tanah itu sudah dipasarkan dan seberapa butuh pemiliknya. Jangan pakai daftar ini sebagai vonis. Pakai sebagai titik awal menawar.
Sebelum jatuh cinta, cek dulu legalitasnya
Warga negara asing tidak bisa memegang Hak Milik (SHM) atas nama sendiri — jalurnya lewat Hak Pakai atau PT PMA, dan itu bahasan tersendiri. Untuk siapa pun, WNI maupun WNA, urutan yang benar tetap sama: pastikan sertifikat, cek di kantor pertanahan, baru bicara harga. Jenis dan keabsahan sertifikat bisa dirujuk ke Kementerian ATR/BPN. Untuk pembeli asing yang menghitung dalam dolar, kurs acuannya ada di Bank Indonesia — dan ia bergerak tiap hari.
Tanya jawab singkat
Are itu berapa? 100 m². Sepuluh are = 1.000 m² = sepersepuluh hektar.
Kenapa angka Anda beda dari situs lain? Karena ini dihitung dari listing kami sendiri, bukan survei pasar. Kalau ada tanah yang harganya jauh dari median kawasannya, biasanya ada sebab — sertifikat, akses, atau view. Tanyakan.
Harga masih naik? Di selatan (Kuta, Sekotong) tren tahunannya masih naik. Di Mataram lebih datar. Tak ada yang bisa menjanjikan angka pasti, dan kami tak akan mengarang.
Kalau Anda sudah punya kawasan di kepala, mulai dari beberapa listing di bawah — semuanya tanah nyata yang sedang kami pasarkan, mewakili rentang harga tadi. Atau kirim pesan; lebih cepat kami bantu saring.





