|
Lombok Time: |
|
|
|
|
Dengan tangan dinginnya, mantan Kabag Humas Pemprov. NTB ini membangunkan kesadaran tentang adanya potensi melimpah ruah disektor pariwisata dan kebudayaan yanmg dimiliki NTB. NTB tengah bersiap menjadi daerah tujuan wisata utama yang berdaya saing internasional, dengan target 1 juta wisatawan nusantara dan mancanegara lewat program Visit Lombok Sumbawa 2012. Dipilihnya trahun 2012, menurut Lalu Gita, berdasarkan asumsi bahwa saat itu Bandara Internasional Lombok (BIL) telah beroperasi dan resor wisata bertaraf internasional di atas lahan 1.250 hektare di Pujut Lombok Tengah telah dibangun, krisis keuangan global telah membaik dan situasi politik lokal, regional dan nasional dalam keadaan stabil. Keberagaman suku bangsa yang hidup di NTB dalam kedamaian dengan toleransi yang tinggi merupakan asset NTB lainnya.Aset inilah yang membuat seni, budaya dan tradisi di provinsi yang dikenal dengan sebutan Bumi Gora ini, menjadi lebih unik, kaya, beragam dan berkarakter. Masyarakat NTB yang terkenal heterogen karena ditempati berbagai suku bangsa Sasak Lombok, Samawa Sumbawa dan Mbojo Bima sebagai suku asli serta suku Jawa, Bali, dan yang lainnya, menjadikan NTB memiliki identitas tersendiri secara sosiokultural. Kekayaan yang melimpah ini membuat pemerintah provinsi NTB, menempatkan sector ini sebagai unggulan yang saat ini tengah serius dibenahi. Kebijakan politik yang diambil Pemerintah Prov insi NTB di bawah komando Gubernut H.M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur Ir. Badrul Munir, M.M disektor ini sangat tepat. Gubernur NTB dealam Rapat Koordinasi Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB itu mengungkapkan dengan nada optimis alas an-alasan mengapa sector kebudayaan dan pariwisata menjadi prioritas utama dalam membangun di NTB, selain agribisnis. Sektor ini tidak akan mengancam kelangsungan ekosisitem masyarakat, tetapi justru pariwisata akan melestarikan seluruh kekayaan alam di NTB. Yang penting, kita dapat merawatnya dengan baik, sehingga NTB tetap indah, hijau, sejuk damai dan aman, pariwisata maju, ujar Gubernur. Selain itu, katanya pembangunan pariwisata akan mampu melibatkan banyak mitra, mulai dari kalangan ekonomi bawah hingga investasi besar. Kegiatan kebudayaan dan pariwisata akan mampu menjadi motor penggerak kegiatan ekonomimasyarakat, karena dari satu kali pergerakan perjalanan yang dilakukan wisatawan akan memberikan efek ganda yang sangat besar. Potensi pariwisata sudah ada dan demikian besar, tinggal kita melakukan persepatan pembangunannya. Karena itu NTB optimis tercapainya target Visit Lombok Sumbawa 2012. Lombok dan Sumbawa, dua pulau di NTB yang sama-sama menyimpan potensi seni, budaya, tradisi dan pariwisata dengan objek-objeknya yang menawan. Di pulau Sumbawa, ada objek wisata budaya seperti dua istana yakni Istanan Dalam Loka di Sumbawa dan Istana ASI Mbojo di Bima. Potensi alam dan pantainya masih murni. Atraksi budaya yang mengagumkan juga ada di pulau Sumbawa seperti Pacoa Jara dengan joki-joki kecil da Bima, Karapan Kerbau di Sumbawa. Jika selama ini yang dijual hanya potensi wisata Lombok, kini dua pulau indah NTB ini mendapat perhatian sama. Pemerintah Provinsi NTB juga mendorong wisatawan yang berkunjung ke NTB agar berkunjnung pula ke sebagian timur NTB yakni Sumbawa. Bukan hanya Lombok yang memiliki tiga gili indah, yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Pulau Sumbawa juga memiliki tiga pualau yang elok, yaitu Pulau Keramat, Pulau Panjang dan Pulau Bedil, selain Pulau Moyo yang eksotik. Tiga pulau ini lebih kecil dabandingkan tiga gili di pulau Lombak. “Guna mendukung program tersebut, potensi seni budaya dan tradisi asli NTB yang kaya dan beragam akan tarus digali,” ujar Lalu Gita. Sukses tidaknya Visit Lombok Sumbawa 2012 tidak hanya di tangan Kadis Budpar, kata Gubrnur, tetapi bergantung juga pada besar kecilnya kontribusi yang bisa diberikan masyarakat sesuai bidang tugas masing-masing. Artinya, ini menjadi tanggung jawab bersama mulai dari masyarakat hingga pemerintah daerah secara keseluruhan. “ Mari kita bergegas, bersiap-siap dan menyngsong tibanya Visist Lombok Sumbawa 2012. Semua harus terlibat menjadi duta wisata NTB termasuk muspida,” ujar Gubernur. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat, terutama para pelaku pariwisata, untuk terus meningkatkan kwalitas pelayanan kepada tamu-tamu baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga diminta untuk terus memfasilitasi para pelaku usaha jasa pariwisata dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, bahkan jika perlu adakan berbagai pelatihan. Keseriusan membangun sektor kebudayaan dan pariwisata NTB, telah diperlihatkan Gubernur Zainul Majdi dengan tindakan nyata lewat komunikasidan koordinasi yang cepat, tegas dan terencana. Koordinasi dan komunikasi yang baik dibangun Gubernur dan Kepala dinas Budpar untuk memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepala Dinas /Badan/Instansi Satuan Kerja Lingkup Provinsi NTB, dan agar mereka berkontribusi positif mendukung suksesnya VLS 2012. Caranya dengan merancang dan memperjuangkan kegiatan tingkat nasional maupun internasional yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing agar dielenggarakan di NTB tahun 2012. Mereka juga diharapkan tetap berjuang dan mencari peluang sebagai tuan rumah pertemuan MICE (meeting, incentive, convention, exhibilition) tingkat nasional tahun 2009-2012 sebagai prakondisi VLS 2012. “Saya mengimbau seluruh kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB agar dapat menjadikan NTB pusat kegiatan wisata MICE di Indonesia. Mari kita berupaya untuk menarik sebanyak-banyaknya kegiatan yng brskala regional, nasional maupun internasional agar dilaksanakan di NTB,” ujarnya. Daya Dukung Demikian juga Bupati dan Walikota se-NTB, Gubernur meminta agar penataan objek dan daya tarik wisata segera dioptimalkan untuk menyambut VLS 2012 dan pelaksanaan Pasar Wisata Dunia, TIME (Tourism Indonesia Mart & Expo) yang menetapkan NTB menjadi tuan rumah 13-16 Oktober 2009. Juga, memberikan perhatian khusus untuk menjaga keamanan dan ketertiban di objek wisata dan lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi wistawan. Kepada maskapai-maskapai penerbangan Gubernur meminta panambahan layanan jasa penerbangan, seperti penambahan jadwal penerbangan, kepastian dan penurunan harga tiket dan sebagainya. Lobi juga perlu dilakukan dengan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Gubernur meminta dukungan kerjasama untuk menyukseskan VLS 2012 dengan harapan NTB mendapat prioritas sebagai tempat kegiatan/pertemuan nasionalyang diselenggarakan oleh dapartemen masing-masing. Koordinasi lintas sektor terus dibangun untuk mendukung pembangunan pariwisata NTB. “Tanpa dukungan sektor lain, pembangunan pariwisata tidak bisa berjalan baik,” ungkap Wkil Gubernur NTB, Ir. Badrul Munir, M.M. yang menjadi salah seorang narasumber dalam rakor tersebut. Akselarasi terhadap pembangunan pariwisata NTB ditunjukkan dengan percepatan pula pembenahan infrastrukturterutama di kantong-kantong objek wisata. Menyadari potensi yang mendahsyat ini Pemerintah NTB tidak lantas larut dalam wacana promosi. Benahi juga segala kesiapan daya dukungnya. “Tidak mungkin pengunjung akan mendapatkan kesan baik tentang NTB jika daya dukungnya tidak baik, salah satunya infrastruktur,” ujarnya. Jangan melakukan kesalahan, kerap menggebu berpromosi, tetapi tidak didukung kesiapan objek-objek wisata. Kesiapan inilah yang tengah dibenahi pemerintah provinsi NTB saat ini. Bendera pariwisata NTB, kini tengah berkibar. Kalau orang kain musik, kata Bdrul, haruslah bisa menjadikan sebuah orkestra, menyanyi bersama-sama. Kalau ada satu saja nada yang tidak bunyi, suaranya pasti sumbang. Sebagi sebuah gubahan, mata rantai tiap simpulnya mempunyai peranan yang sama pentingnya. “Jika saat ini bendera pariwisata tengah dikerek naik, sektor yang lain jangan berkecil hati,” katanya. Ini sebuah pilihan yang harus didukung bersama, karena dalam sebuah proses pembangunan dalam kemampuan yang terbatas, pemerintah provinsi harus memilih fokus pembangunan tersebut. “Kalau tidak memilih, maka tidak akan berhasil. Ketika tidak memilih, itulah awal kegagalan. Waktu terus menejar,” kata Badrul. Tantangan Pengembangan pembangunan kebudayaan dan pariwisata ke depan, akan dihadapkan pada berbagai tantangan yang bersifat multidimensi baik yang berskala global maupun nasional. Dalam skala global akan dihadapkan pada krisis ekonomi global, ketatnya persaingan dengan tuntutan perlunya standar kualitas dan dan profesionlaisme, meningkatnya apresiasi masyarakat dunia terhadap pembangunan lingkungan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Di tingkat nasional tantangan kepariwisataan mencakup aksesibilitas, kesiapan destinasi kepariwisataan, penurunan kwalitas sarana dan fasilitas parwisata, investasi di bidang pariwisata, terbatasnya kemampuan pemasaran dan promosi serta kualitas sumber daya manusia. “Untuk itu, pembangunan kebudayaan harus lebih diarahkan untuk memperkua nilai-nilai luhur budaya bangsa kita, antara lain dengan mendorong terciptanya wadah yang terbuka dan demokratis bagi dialog kebudayaan agar pluralitas budaya tidak menjadi benih-benih konflik sosial,” ujar Gubernur. Pemerintah Provinsi NTB menyadari, permasalahan dan tantangan yang dihadapi sesungguhnya bukanlah semata-mata tercapainya target kunjungan sejuta wisatwan untuk memenuhi kepentingan ekonomi, melainkan yang jauh lebih penting dari itu adalah terwujudnya pembangunan kebudayaan dan pariwisata NTB yamg memang sangat kaya agar berkesinambungan, aman, nyaman, lestari dan berdaya saing, sehingga tidak mudah tergerus pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan pariwisata NTB. Oleh karena itu, kata Lalu Gita, diperlukan upaya mendinamisasikan budaya dengan mendorong para pelaku budaya dan pariwisata untuk harus berkarya dan berkreativitas agar ketahanan budaya dan pariwisata yang lebih kuat dan tangguh.
Sumber : www.visitlomboksumbawa.net |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
PT. IRA PROPERTY LOMBOK TOURISM & INVESTMENT INFORMATION Office: Jl. Bung Karno No. 888 (Front of Lombok Garden Hotel) Mataram Tel: 62 370 648863 Fax: 62 370 648865 Mobile: 62 81917289008 Email: ismail_sb78@yahoo.com or ismailsalim78@gmail.com Lawyer Partner: UMAIYAH .SH |
Copyright © 2011 IRA Property Lombok. All Rights Reserved